Beberes Transportasi Umum

Salah satu hal yang bisa membantu kita mengurangi kemacetan lalulintas adalah meningkatkan penggunaan transportasi umum. Sudah 21 tahun di dunia, saya tidak memiliki kendaraan pribadi. Pernah dulu, sepeda roda 3. Apa itu termasuk kendaraan pribadi?๐Ÿ™‚ Yah, tapi hilang entah kemana setelah aku agak besar. Papa memiliki 1 motor dinas dan 1 mobil. Namun karena sejak SMA aku sudah merantau, aku terbiasa menggunakan angkutan umum. Saat sekolah di Yogyakarta, mulai dari angkot kecil, bus kota, andong, becak, transjogja, bus antar kota hingga kereta api sudah kucicipi. #emangnyamakanan

Kuliah di Bandung, aku juga sangat mengandalkan yang namanya angkot, bahasa gaulnya ituย ancot. Yeah. Kalaupun pulang kampung (atau kota?) pun aku biasanya menggunakan damri (bus kota di Bandung) hingga ke terminal, baru pulang dengan bus. Pengecualian jika beruntung dijemput papa naik mobil. Jarak kost menuju kampus yang dekat juga membuatku lebih suka jalan kaki. Selain tidak keluar ongkos, sehat, segar lewat pepohonan rindang. Masalah muncul jika aku bangun terlambat, kuliah hari itu jam 7 pagi, dan dosennya killer. Naik angkotpun aku sudah misuh-misuh karena si supir angkot terus ngetem tanpa peduli melihat wajah-wajah para mahasiswa di dalam angkot yang mulai memucat kehilangan jiwanya.

Nah. Kembali ke angkutan umum. Aku pikir, beberapa hal perlu diperbaiki agar muncul banyak kaum pecinta angkutan umum. Yang pertama, keamanan. Aku sangat senang dengan konsep transjogja yang aman, nyaman, rapi, tertib. Semua orang naik dari halte dan turun di halte. Ada petugas yang menjaga di bagian kursi penumpang. Terang. Penumpang dan petugas saling menjaga. Maka, copet pun takut beraksi. Masih banyak angkutan umum yang kurang terjaga keamanannya. Gelap, bahkan ada supir tidak bertanggung jawab yang bersekongkol dengan pencopet. Lalu, ngebut-ngebutan. Belum selesai penumpang mendapatkan tempat duduk dengan aman, sudah tancap gas. Alas mobil yang karatan, seakan-akan bakal roboh jika diinjak. Kalau memang sudah tak layak pakai, jangan dipakai.

Kedua, kenyamanan. Ini bukan masalah AC atau non-AC. Minimal, bersih lah. Sampah di kolong-kolong kursi. Kecoak berkeliaran di sela-sela jendela. Kuakui, ini karena penumpangnya juga yang jorok. Dan yang paling aku tidak suka adalah: ASAP ROKOK! Offense! Sebagai seorang mahasiswa kesehatan, aku tahu apa yang akan terjadi saat asap rokok masuk ke paru-paru kamu. Ya, mungkin mereka merokok karena itu angkutan kelas ekonomi. Tapi bisakah membuang asap rokoknya ke luar, melalui kaca jendela yang terbuka itu? Atau, bisakah berhenti merokok sebentar, barang 2-3 jam? Kemarin aku hampir menjitak kepala seorang bapak-bapak tua yang merokok di kursi depanku di bus ekonomi (karena kehabisan bus patas waktu libur Idul Adha). Seenaknya mengepulkan asap rokok, sementara kami di belakang harus memasukkan kepala kami ke dalam ransel. Ya, kamu punya hak untuk merokok. Tapi kami juga punya hak untuk menghirup udara yang sehat dong! Seandainya ada peraturan dilarang merokok di angkutan umum.. Mungkin Indonesia bisa sedikit lebih maju lagi masyarakatnya, bukan mulutnya.

Ketiga, sistem pembayaran. Agaknya keren juga kalau kita punya sistem pembayaran yang tinggal gesek. Jadi gak kesulitan mencari-cari uang kecil supaya tidak diambil semuanya sama si supir yang kurang jujur, dan harganya akan sama untuk semua angkot. Kadang ada supir yang baik hati, mengambil sesuai jatahnya. Kalau dari sini ke kampus Rp. 1000, diambilnya tepat segitu. Tapi ada supir pelit yang minta tambah hingga 2x lipat. Atau untuk menghindari kejadian yang aku alami sebelumnya.

Masih banyak ide-ide bagus untuk perbaikan transportasi umum sekitar kita. Tapi dengan diperbaikinya ketiga hal di atas saja pun aku sudah senang. Go go ancot!๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s