Bersandar kepada Bapa

Saat kelelahan, aku sering bersandar. Pada kursi, pada batang pohon, atau kepada orang yang ada di sebelahku. Saat bersandar, aku melepaskan beban kelelahan yang aku rasakan kepada tumpuanku itu. Hasilnya? tentu badan terasa lebih ringan.

Begitu pula yang dapat kita lakukan dengan kelelahan jiwa dan emosi kita. Bersandarlah kepada Bapa. Aku belajar dari Matius 11 : 28-30.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Tuhan mau menjadi sandaran bagi kita, tempat kita melepaskan segala beban berat di hati dan pikiran kita. Dia ingin kita belajar pada-Nya untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati sama seperti Dia. Dengan berlaku lemah lembut, sabar, dan rendah hati, seberapapun besarnya pencobaan yang kita alami tak akan membuat kita kalah. Jangan ragu untuk bersandar pada-Nya dalam segala hal, karena Dia tahu yang terbaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s