Visi untuk Indonesia :)

P3K

Imunisasi

Dulu, ada yang pernah bertanya kepadaku, apa visi hidupmu? Aku menjawab,”melayani Tuhan dan masyarakat lewat semua yang aku bisa, khususnya kesehatan & sosial.” Dan apa yang dia katakan? “Sori, tapi itu bukan visi.”

Sejak saat itu, aku mulai kembali mempertanyakan apa visi hidupku. Seuntai kalimat itu aku tetapkan sejak lama, sejak aku berkeinginan untuk kuliah di bidang kesehatan dan bekerja di rumah sakit. Waktu aku masih hampir lulus SMA dan “galau” terlempar ajakan untuk masuk kampus sana, bidang sini, jurusan ini, fakultas itu. Setelah kejadian “penolakan visi” tersebut, aku jatuh. Aku merasa gagal dan tidak mempunyai arah dan tujuan hidup. Oke, mungkin visi itu terdengar terlalu mewah dan “egois”, “rakus”, dan apalah, terserah kalian. Tapi itu visiku. Hanya aku dan Tuhan yang bisa melihat apa yang aku dan Dia inginkan di kehidupanku yang akan datang.

Dari rasa emosi, pikiran tersebut muncul dan menjadi semangat bagiku, untuk membuktikan bahwa aku pun punya visi. Itu bukan visi yang salah, hanya visi yang belum sempurna. Akupun masih belajar untuk menemukan pecahan-pecahan visiku. Aku masih meraba-raba, dan sampai saat itu, aku bagai berada di balik sebuah jendela yang buram akibat udara dingin. Pemandangan di luar memang terlihat, namun tak terlihat jelas dan detail. Menemukan visi seutuhnya memang butuh waktu dan pengenalan akan Tuhan yang lebih lagi.

Oke, mungkin aku tidak begitu suka di Farmasi tapi terjebak di dunia ini dan sedang belajar menyukainya (ceritanya panjang). Dan rasa suka itu mulai timbul saat aku terjun ke dunia masyarakat. Aku senang berbagi ilmu secara sederhana. Aku tidak pandai, tapi aku senang membantu dan membagikan apa yang aku bisa. Dan inilah. Aku mulai kembali “menggunakan” rasa sukaku akan menggambar dan mendesain, yang mungkin sudah lama aku pendam dalam-dalam agar “tidak membongkar luka lama”. Namun sekarang, kegemaran itu bukan kegemaran biasa. Aku mulai menyelipkan sesuatu yang lebih berharga dibanding gambar dan coretan biasa. Ada ilmu disana. Dan ilmu itu akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Poster diatas adalah contoh dari beberapa poster yang aku buat, titipan dari divisi materi Farmasi Pedesaan, sebuah proker dari Himpunan Farmasi di kampusku. Poster-poster ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah dan posyandu-posyandu di suatu kampung terpencil, yang membutuhkan banyak ilmu dari kita. Memang tidak seindah karya para profesional, namun ini aku kerjakan sepenuh hati karena aku suka dan sejauh inilah yang aku bisa.

“Melayani Tuhan dan masyarakat lewat semua yang aku bisa, khususnya kesehatan & sosial”, apakah terdengar mustahil? Tidak untukku🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s