Pelabuhan Ratu Season II

Pelabuhan Ratu. Lagi-lagi. Hahaha, ya apa boleh buat, salah satu tempat wisata terdekat dan “teraneh” di sukabumi itu hanya Pantai Pelabuhan Ratu. Kalau wisata yang gak aneh itu contohnya mall ya. :p

Jadi weekend kemarin, laboratorium tempat papa bekerja mengadakan family gathering tahunan. Dulu kami pernah ke puncak, ke kolam renang di BSD (lupa namanya), ke ancol, dan lain-lain. Tapi kali ini, kami ke Pelabuhan Ratu. Kalau buat aku sih, sudah kesekian kalinya. Hehehe..

Tapi selalu ada yang asyik di Pelabuhan Ratu. Pantainya sama, tempat wisatanya yang itu-itu lagi. Tapi aku selalu senang saja kalau diajak kesana. Suara deburan ombak di laut itu bikin ngantuk parah soalnya. Nah, hari Jumat kemarin aku pulang ke rumahku di Sukabumi, menginap semalam, dan hari Sabtu berangkat ke Pelabuhan Ratu bersama rombongan 3 mobil.

HATI-HATI DI JALAN!

Sesampainya iringan mobil kami di sebuah tikungan jalan raya dekat pantai, disitu berjejer bapak-bapak penagih tiket masuk mobil. Tentu hal ini membuat iringan mobil di jalan raya jadi melambat. Setelah mobil papa melewatinya, terdengar bunyi gedebuk di belakang. Ternyata salah satu mobil karyawan papa menabrak gerobak rujak. Si mang-mang rujak jatuh ke samping jalan berbatu, gerobak terguling dan kaca gerobak pecah. Sementara di mobilnya, ada sedikit baret. Dari situ, mulai pertengkaran, apalagi setelah ada bapak-bapak entah  darimana asalnya, yang “mengompori” si tukang rujak buat marah sama kami dan minta ganti rugi supermahal! 2,5 juta. Kami menawarkan ke bapak rujak untuk membawa gerobak ke bengkel bersama kami dan dibetulkan disana dan kami juga akan mengganti buah-buahan yang rusak. Tapi si bapak tidak mau. Malah makin emosi. Berapa sih harga kaca? Toh jatuhnya juga gak keras banget sampai hancur gerobaknya. Menurut istri supir mobil karyawan papa, mereka jalannya pelan. Di tikungan menyenggol gerobak rujak, itupun juga karena si bapak rujak agak mepet jalan raya.

Yang bikin kesal, muncul seorang bapak berbaju hitam dan ngomongnya kasar. Dia intinya membela si bapak rujak dan minta ganti dengan harga yang ujubileee selangit. Gak masuk akal. Kami jadi kesal, karena bisa-bisanya mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan begini. Apalagi kami juga harus mengganti biaya memperbaiki lecet mobil. Akhirnya untuk menjauh dari si bapak kompor yang memanas-manasi keadaan, kami pergi ke restoran yang sedang kami tuju, bersama bapak rujak. Disana tiba-tiba muncul seorang tukang pijat yang langsung memijati si bapak rujak. Muncul darimana coba? -.-

Disana pertengkaran mulai reda. Bapak rujak tanpa bapak kompor rupanya mudah diajak negosiasi. Muncul seorang bapak berbadan besar bermuka sangar. Dia tadi ada di TKP dan sepertinya bertindak membela pihak kami. Dia ternyata bela-belain menyusul ke restoran buat ikutan negosiasi sama bapak rujak. Akhirnya bapak rujak luluh dan bersedia diganti 1,5 juta saja.

Baru seperti itu, tiba-tiba muncul si bapak kompor entah darimana! Dia mulai nyolot lagi, sampai bapak rujak jadi marah lagi. Uh! -_- Mana kami lapar belum makan siang, perkaranya jadi panas lagi gara-gara kedatangan bapak kompor. Bapak besar pembela kami juga jadi marah-marah. Tak punya pilihan lain, papa menelepon salah satu karyawannya yang anak polisi di Sukabumi, untuk meminta bantuan. Karyawannya ini memberitahu temannya yang bertugas di daerah sana untuk meluncur. Akhirnya 5 menit kemudian datanglah 2 orang polisi dan masalah terselesaikan dengan cepat. Bapak kompor langsung ciut karena dia ngaku-ngaku bapaknya tukang rujak tapi pas diminta KTP dia tidak bisa menunjukkan, bapak rujak langsung setuju 1,5 juta, dan bapak besar sangar bertanya-tanya, siapa yang panggil polisi? Papa bilang, lho kami kan keluarga polisi. Jadi kalau ada masalah ya mau gimana lagi. Hahahaha..

Setelah polisi pergi, bapak kompor dan bapak rujak pergi, akhirnya tersisa 2 orang yang tadi bertindak sebagai pembela kami. Rupa-rupanya secara tersirat, mereka ingin diberi sesuatu karena telah menjadi “pahlawan”. Pantas saja waktu ada polisi, mereka kaget. Kami tidak mau terlibat lebih jauh, kami pergi dari restoran itu dan mencari tempat lain. Setelah kami pikirkan dan obrolkan, sepertinya itu modus operandi loh.

Pertama, ada tukang rujak di pinggir jalan raya, banyak mobil kencang, dan disitu itu hutan-hutan, siapa yang mau beli? Kedua, ada mobil yang dekat ke tepi, lalu menyenggol pelan gerobak, dan akhirnya jatuh. Nah, pengendara mobil ini jadi calon korban. Ketiga, tiba-tiba entah darimana 2 kubu datang. yang satu pembela bapak rujak, yang satu pembela calon korban. Mereka tetap menjaga supaya masalah selesai dengan kekeluargaan, alias duit. Keempat, si kubu-kubu pembela ini ngekor terus! yang punya masalah kan kami sama bapak rujak. tapi mereka ngikut terus, bahkan kami pindah ke restoran yang tempatnya 1-2 km lebih jauh dari TKP, mereka menyusul! Aneh gak tuh? aku sih kalau ada kejadian kayak gitu ya paling melerai dan pergi aja, urusan mereka kog. Kelima, ada tukang pijat entah darimana, hahaha.. Keenam, mereka langsung ciut saat ada polisi. Artinya skenario mereka gagal. Tapi walaupun begitu, tetap saja mereka dapat 1,5 juta dari kami.

Kalau memang benar ini modus operandi, gila! hebat banget skenarionya. Papa cerita ke temannya yang tinggal di Pelabuhan Ratu, kalau-kalau nanti sering ada kejadian persis seperti ini lagi, berarti memang benar ini modus operandi mereka buat meminta uang dari pengunjung Pelabuhan Ratu. Aku benar-benar bersyukur waktu itu ada bapak-bapak polisi yang bantu kami. Mereka tegas, cepat, pokoknya salut!😀

Jadi buat para pengunjung pantai pelabuhan ratu, hati-hati di jalan ya. Ingat doa sebelum berangkat.. ^^

THE VIEW!😀

Rumah Pantai

Foto ini ada di salah satu pantai Pelabuhan Ratu, ada rumah-rumahan kecil dibangun diatas bambu, dan ada 2 anak kecil sedang main di dalamnya. Cute! ^^

2013-05-25 12.51.16

Rocks

Entah kenapa suka sama teksturnya. Rocks! \m/

2013-05-25 12.55.21

Brother & Girlfriend🙂

Si abang sama pacarnya. Uyuh uyuh uyuuuh..

2013-05-25 14.33.50

Papa the Moses

Foto ini aku kasih judul: “Papa the Moses”. Ceritanya di Pantai Karang Hawu, aku ajak papa buat cari kerang-kerang di pesisir pantai. Biar gampang, dia pakai tongkat kan. Gak sadar, naik ke batu-batu karang dan refleks aku teriak: “Papah kayak Musa!” Langsung deh si papa adegan memukul batu dan adegan membelah laut jadi 2. Hahahaha😀

2013-05-25 12.50.14

When Water & Rocks Collides

When water and rocks collides. Kewl!🙂

KALIMAT YANG… MENARIK. 

Di tempat parkir sebuah pantai, aku menemukan tempat sampah ini. Coba baca kalimat di fotonya itu ya.  Baca, renungkan, dan cermati.

Ambigu

Ambigu

Ada yang aneh?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s