Tingkat 4: Be Strong, Be Brave, & Make It Fun! :)

Hai! Tadi pagi aku membantu seorang dosen mengerjakan proyek. Beliau sedang menguji sebuah vaksin, dan meminta beberapa mahasiswa dan asisten laboratorium buat membantunya. Oh ya, aku mahasiswa FarmasišŸ˜€

Nah, aku kira yang namanya tugas lab itu mudah-mudah saja, kan sama seperti praktikum yang tiap minggu kami laksanakan saat kuliah. Ternyata…

Untuk menguji efek sebuah vaksin saja, butuh uji yang... ribet. Jangan anggap kami tinggal menyuntikkannya ke tikus, lalu lihat perubahannya, dan selesai. Yang harus dilakukan adalah (ini sepenglihatankuĀ lho, mungkin masih banyak hal yang mereka lakukan di belakang, hehe) menyiapkan tikus. kalau cuma 5 ekor sih gampang. Ini, 80 ekor lebih untuk 1 jenis. Pasalnya, tadi saat di lab kami mengamati lebih dari 80 ekor tikus putih jantan. Mulai jam 08.30 sampai 14.30. Nonstop. Tanpa makan. Karena yang kami lakukan adalah melihat kondisi normal tikus di atas sebuah platform, jadi dilihat gerak-geriknya, grooming, defekasi/urinasi, keseimbangan (yang ini seperti sirkus! tikusnya digelantungkan di kawat besi :p) dan lain-lain.

Bayangkan! bahkan aku harus menghitung berapa kali si tikus mengeluarkan “itu” dari duburnya. Dicek juga konsistensinya, padat atau cair sampai blecetan kemana-mana (kayaknya habis nge-lab gak bisa makan sate) Setelah itu tikusnya disuntikkan obat dan diamati untuk sejam berikutnya & 2 jam berikutnya. Daaan.. yang terjadi ialah, belum 1 kandang tikus selesai diamati, kandang yang lain sudah waktunya diamati, dan terus menerus seperti itu. Bagaimana bisa istirahat? hmmm..šŸ™‚

Cutie Whistar Rat

Akhirnya setelah jam 14.30, kami selesai melakukan uji. Lalu dosennya bertanya,”besok bisa datang lagi, kan? Mulai jam 08.30 lagi ya. Besok giliran tikus betina.” Jedeeeeer!! Masih ada tikus betina ternyata. Dan, gak cuma di platform saja tikus itu harus kita perhatikan. Karena setiap hari harus diberi makan, minum, dan dibersihkan kandangnya. Untungnya ada bapak-bapak asisten laboratorium yang sangat tangguh melakukan itu semua.

Setelah uji, pastinya ada pengolahan data. Statistik lah, diskusi efek obatnya lah, dan lain-lain. Kadang ditemukan juga kalau ada kesalahan dalam percobaan atau kurangnya data sehingga percobaan harus diulangi. Yah, inilah kerjaan di laboratorium farmasi. Selain membuat obat, kami juga belajar menyayangi hewan #eh. Gimana nggak, bergaul dengan tikus-tikus putih, marmot, kelinci, dan mencit yang kadang-kadang kelakuannya menggemaskan itu juga asyik sih sebenarnya. Bau sih. Tapi asyik. Tapi bau. Tapi asyik. Tapi.. ah yaudah -_-

Serunya di laboratorium ini membuat aku tertarik buat Tugas Akhir (TA) di Farmakologi. Sulit sih tugas akhir di laboratorium, tapi apa boleh buat. Harus kuat, harus berani, dan harus membuat itu semua menjadi menyenangkan. Semoga lancar deh dan bisa lulus tepat waktu. AminšŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s