Oh God, Why?

Oh God, why?” seringkali aku temukan di salah satu website berisi lelucon yang saat ini hampir diketahui semua mahasiswa kampusku. Yap, 9gag. Biasanya istilah itu muncul ketika ada sesuatu hal yang aneh, yang menyebalkan, yang tidak kita harapkan. Aku pun sering mengatakan kalimat itu. Pernah suatu kali, aku begitu semangatnya belajar untuk ujian. Saking semangatnya, aku belajar sampai larut malam, akhirnya ketiduran. Keesokan paginya aku bangun terlambat dan tanpa mandi harus berlari ke kampus karena ujian sudah dimulai. Di pikiranku hanya terngiang, “Tuhan, kenapa aku bangun terlambat? Kenapa harus di saat penting seperti ini?” Atau misalnya saat seseorang kehilangan orang yang disayanginya. Kerap kali orang berkata,”kenapa Tuhan?”

Ya, disaat kita mendapatkan suatu musibah atau hal-hal yang tidak kita inginkan, kita selalu bertanya pada Tuhan apa alasan Dia melakukan itu semua. Kita seakan-akan meminta pertanggungjawaban Tuhan atas semua itu. Namun di saat teduhku suatu hari, aku mendapatkan bacaan firman dari Ayub 1 : 13 – 2:10. Di firman itu diceritakan tentang Ayub, seorang yang dikasihi Tuhan dicobai oleh Iblis atas izin Allah. Dia kehilangan segala miliknya dalam waktu yang singkat. Semua kekayaannya habis, anaknya mati, bahkan dia menderita penyakit kulit. Dia juga mulai dicemooh bahkan oleh istrinya sendiri. Istrinya bertanya mengapa Ayub masih saja percaya pada Tuhan setelah semua musibah terjadi.

Namun di ayat ke 21 dikatakan, “dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Itulah yang dikatakan Ayub di saat seharusnya ia berkabung, marah, dan meminta pertanggungjawaban Tuhan atas kehilangan yang dia alami. Dia tidak melakukan hal-hal yang biasanya kita lakukan, justru dia tetap memuji nama Tuhan karena dia sadar bahwa segala sesuatu itu kepunyaan Tuhan. Tuhan berhak mengambilnya. Karena itu Ayub tetap pasrah dan tetap memuji Tuhan.

Dari kisah ini, kita diingatkan untuk tidak menyalahkan Tuhan atas perkara buruk yang menimpa kita. Tetaplah memuji memuliakan nama Tuhan atas apapun yang terjadi dalam hidup kita. Tetaplah percaya, tetap andalkan Dia dalam hidup kita. Karena Dia tahu rancangan yang terbaik bagi kita semua.

Tuhan memberkati🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s