God is The Greatest Pharmacist

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Roma 8 : 28


Aku teringat akan kejadian beberapa bulan lalu saat aku baru menjalani hari-hari pertama sebagai seorang mahasiswa ITB. Sore itu hujan deras. Dengan langkah gontai, aku masuk ke kamar kostku. Aku duduk di kasur, dan mulai menangis. Saat itu aku benar-benar sedang kebingungan. Aku merasa kalau aku berada di tempat yang salah. Kuliah di ITB merupakan suatu beban berat untukku. Aku kesulitan dalam menghadapi pelajaran, aku kesepian, aku merasa seperti seorang bodoh diantara orang-orang pintar. Semua masalah bertumpuk jadi satu, membuat air mataku menetes setelah sekian lama aku tidak menangis.

Tiba-tiba, handphoneku bergetar. Ada pesan singkat dari kakak mentorku di PMK, “Hai Dik, apa kabar nih? Gimana rasanya jadi mahasiswa baru? Hehehe….” Diawali  pesan singkat itu, akhirnya mulailah sesi curhat antara aku dan Kakak mentorku itu . Aku mengeluh, betapa sulitnya menjadi seorang mahasiswa ITB. Dengan kemampuanku yang pas-pasan, sepertinya sulit bagiku untuk lulus TPB. Aku heran, kenapa aku bisa lolos tes masuk ke ITB. Kak Silvia mulai menyemangatiku. Aku masih ingat isi pesan Kakak mentorku hari itu. “Tenang, kalau Tuhan Yesus bantu kamu masuk ITB pasti Dia juga akan bantu kamu buat keluar. Asalkan kamu berdoa dan berusaha keras, pasti kamu bisa menjalani semuanya.” Kalimat itulah yang menguatkanku hingga saat ini. Ya, pasti Allah mempunyai alasan mengapa aku harus menempuh pendidikan di ITB. Mungkin saja aku dapat membantu banyak orang jika aku menjadi seorang apoteker.

Tahukah kamu? Seorang apoteker memiliki tanggung jawab yang besar. Dalam membuat suatu sediaan obat, ia harus benar-benar memperhitungkan bagaimana bentuk molekul obat yang tepat, kadar zat pembentuk obat, berapa lama obat itu akan ada di tubuh pasien, dan bagaimana bentuk sediaan obat yang paling tepat agar efek farmakologi obat tersebut tersampaikan ke dalam tubuh pasien. Terkadang, agar dapat menjadi obat yang baik, sang apoteker harus menumbuk obat itu, membakarnya dalam oven, atau menempa obat itu berulang kali. Sang apoteker berusaha semaksimal mungkin agar obat yang ia ciptakan benar-benar berguna bagi pasien yang meminumnya dan bukan menjadi racun yang mematikan.

Sekarang, bayangkan kalau apoteker itu adalah Allah dan kita obatnya. Sebelum kita dilahirkan ke dunia ini, Allah sudah merancang kehidupan kita sedetail mungkin. Ia yang menentukan rupa wajah kita, kepribadian kita usia kita, dan jalan hidup kita. Dalam proses itu pula Allah memberikan berbagai macam pelajaran pada kita, melalui berbagai walaupun terasa sangat sulit, seakan-akan kita ingin bertanya,” Tuhan, apakah Engkau sungguh-sungguh mengasihiku? Kalaupun memang begitu, mengapa Engkau menyakiti aku?” Tetapi sebenarnya, tanpa kita sadari, permasalahan-permasalahan itulah yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih tegar, kuat, pantang menyerah, dan beriman. Jadi, yang terpenting ialah Allah punya tujuan dalam kehidupan setiap orang. Ia ingin agar kita menjadi berkat bagi banyak orang.

Sama halnya dengan apoteker yang menciptakan berbagai macam obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, Allah pun menciptakan setiap manusia dengan tujuan yang berbeda-beda. Tugas kita ialah untuk mencari tahu tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini dan menggenapinya. Oleh karena itu, janganlah kita khawatir dan rendah diri karena kelemahan dan keburukan kita. Sebaliknya, lihatlah diri kita secara keseluruhan.

Menaburkan berkat tidak harus dengan kekayaan, kekuatan, dan kepandaian. Beberapa jenis obat terasa pahit. Namun di balik itu, tersimpan khasiatnya yang menyembuhkan. Begitu pula dengan kita. Di balik semua kekurangan kita, pasti ada sesuatu yang istimewa. Pakailah itu untuk kemuliaan Allah. Jika menemui kesulitan, jangan patah semangat. Ingat, ada rencana indah Allah terselip dalam kehidupan kita. Bangkitlah dari segala masalah dan hiduplah dalam rencana Allah.

Tuhan memberkati.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s